Artikel

Memahami Risiko Hukum dalam Kontrak Bisnis

Wildan Aryo Sasongko, S.H.17 Jun 2026
Ilustrasi kontrak bisnis dan mitigasi risiko hukum

Isu praktis: kontrak bisnis sering bermasalah bukan karena para pihak tidak sepakat, tetapi karena ruang lingkup, harga, tenggat, bukti serah terima, dan konsekuensi wanprestasi tidak ditulis tegas.

Dasar hukum: prinsip perjanjian dalam KUH Perdata tetap relevan, sedangkan badan usaha dan kewenangan direksi perlu dibaca bersama UU PT 40/2007 dan rezim perizinan yang diperbarui melalui UU 6/2023 tentang Cipta Kerja.

Langkah utama: periksa identitas pihak, kewenangan penandatangan, objek, pembayaran, pajak, kerahasiaan, keadaan kahar, pembatasan tanggung jawab, hukum yang berlaku, dan forum sengketa. Risiko terbesar muncul saat klausul saling bertentangan atau lampiran teknis tidak menjadi bagian kontrak.

Batasan: artikel ini bukan pengganti legal review. Kontrak bernilai besar atau lintas yurisdiksi perlu diuji berdasarkan dokumen lengkap sebelum ditandatangani.